ℜ 10 Rajab 1430 H




Daftar Baru
Lupa Password
Profil Web

Daftar Masjid Kota Bogor
At-Taqwa
Al Juman
Al Maidah
Al Qubba
Arahmah
Jami Aula
At Taufiq
Al Barkah
Al Hikmah
Al Ikhlas
Ar Rahman
Al Falah
At Taqwa
Asy Syifa
At Taqwa
Al Furqon
Al Ikhlas
At Taqwa


Agenda Kegiatan
« Juli » « 2009 »
SSRKJSM
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031
    = Tanggal Sekarang
    = Kegiatan

Direktori Link
Lembaga Pendidikan

Jadwal Sholat
Jadwal Waktu Shalat
Kota Bogor
Shubuh
Syuruq
Zhuhur
Ashar
Maghrib
Isya

Kota Lain:

• Selamat Hari jadi Bogor ke 527 Dirgahayu Bogorku • Masjid Online Mendukung Pencapain Masyarakat Madani • Masjidkotabogor.com Komunitas Masjid Bogor •


Berita Terkini
40 pasangan dinikahkan secara massal
Faktor ekonomi menjadi kendala sebagian warga miskin ketika akan melangsungkan pernikahan secara resmi yang dicatat oleh Kantor Urusan Agama (KUA), Pasalnya, karena mereka terbentur oleh biaya tidak sedikit dari mereka hanya melangsungkan pernikahan dibawah tangan atau hanya diurus oleh seorang amil, ustadz atau kiayi.

Seperti dituturkan oleh sejumlah pasangan yang melangsungkan pernikahan massal di Masjid Attaqwa Balaikota Bogor, Selasa (2/6). Titin Sumarni (46) dan Mad Sai (54) salah satu pasangan nikah massal ini mengaku, sudah 17 tahun lamanya berumah tangga dengan suaminya tanpa memegang buku nikah. “Tujuh belas tahun lalu, saya melangsungkan akad nikah yang hanya disaksikan oleh Amil di Kampung, “ tutur Sumarni.

Pasangan yang telah dikaruniai tiga anak ini, mengaku senang dengan adanya pernikahan massal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bogor, sehingga ia bisa menikah secara resmi, tanpa harus mengeluarkan sepeserpun biaya
Tanggal: 2009-06-11 09:09:26 | Penulis: admin

31 jamaah pengikut Ahmadiyah bertobat
Ajaran Ahmadiyah di Desa Cisereh yang sudah berlangsung sejak tahun 80-an hingga 2007 dan warga yang meyakininya mencapai 300 kepala keluarga. Sebagian dari mereka menyatakan berhenti menganut Ahmadiyah saat surat keputusan bersama tiga menteri perihal pelarangan ajaran ini keluar.

Sebanyak 31 orang dari jemaah Ahmadiyah yang bermukim di Desa Cisereh, Kecamatan Cisata, Pandeglang, Banten, Rabu (10/6), berikrar tobat dari Ahmadiyah. Di bawah bimbingan langsung Ketua MUI Banten Wahid Asy'ari, para jemaah mengucapkan dua kalimat syahadat.
Tanggal: 2009-06-11 09:04:56 | Penulis: admin

Dilarang eksploitasi Ayat untuk keperluan kampanye
Dalam masa kampaye pilpres, segudang cara dilakukan para kandidat untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya. Tentu maksudnya  untuk menarik simpati umat Islam.

Menurut Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ali Mustafa Yakub, menyelipkan ayat al-Quran dalam kampaye boleh-boleh saja yang penting jangan mengeksploitasi ayat.   

Penyampaian program butuh kejelasan hukum (ayat dan hadist, red), untuk memperkuat program tersebut, selama tidak digunakan untuk mempermainkan ayat dan membohongi rakyat,” ujarnya.

Imam Masjid Istiqlal Jakarta ini juga melarang para kandidat capres membongkar aib kompetitornya, menfitnah, dan menjelek-jeleknya.
Tanggal: 2009-06-04 21:25:38 | Penulis: admin

Artikel
Islam Menekankan perniagaan
Artikel disadur dari petikan wawancara bersama KH.Noer Muhammad Iskandar SQ.
Islam merupakan agama yang realistik, yang diturunkan Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Untuk meraih kehidupan yang baik di akhirat, Islam menekankan umatnya untuk berusaha dan bekerja keras meraih kebaikan di dunia.

Bagaimana umat akan memperoleh kebahagiaan di akhirat kalau di dunia hidup susah? ''Karena itulah, Alquran mengajarkan agar selalu berusaha dan berdoa untuk memperoleh kebahagiaan di dunia yang tujuannya adalah kebahagiaan di akhirat,'' tandas KH Noer Muhammad Iskandar SQ, pimpinan Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah Jakarta kepada Damanhuri Zuhri dari Republika.

Berikut wawancara lengkap dengan kiai yang menggeluti berbagai jenis usaha mulai dari minimarket, rumah makan, perikanan, penggemukan kambing dan sapi serta usaha lainnya ini:
Tanggal: 2009-06-04 21:35:07 | Penulis: admin

Tausiyah
Sifat tawadu
Muhammad bin Ibrahiem berkata. ''Orang yang mengaku dirinya tawadu', maka dialah orang sombong yang sebenarnya. Karena tawadu' yang semacam itu lahir dari rasa tinggi hati''. Apabila pengakuan tawadu' tidak lahir dari rasa tinggi hati (sombong) berarti ia lemah betul. Sekiranya kesombongan tidak lenyap dari seseorang kecuali dengan adanya kelemahan, dan adanya kelemahan tidak memerlukan pengakuan karena memang telah ada dalam dirinya, maka tawadu' yang diakui oleh orang itu jelas tidak dapat menghilangkan adanya kesombongan.

Tawadu' yang sebenarnya tidak mengharuskan adanya kelemahan yang sebenarnya dan tiadanya sifat sombong dan tidak pula mengharuskan ketiadaan kelemahan dan keberadaan sifat sombong. Manusia hanya dituntut bersifat tawadu' saja, bukan menampakkan atau mengaku tawadu'.
Tanggal: 2009-06-04 21:38:02 | Penulis: admin

Konsultasi Agama



Lowongan Kerja
Bursa Jodoh
Info Haji Kota Bogor
Link Situs


Summary




Website Counter

No. IP Anda:
38.103.63.55


Browser Anda:
(CCBot/1.0 +http://www.commoncrawl.org/bot.html)

Sistem Operasi:

Copyright © 2005 MasjidKotaBogor.Com
Tidak dilarang untuk menyalin isi dari situs ini dengan menulis sumber URL