Berita Terkini
Indonesia tunggu Keputusan PBB untuk kirimkan Pasukan ke Palestina
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen kepada ANTARA News di Jakarta, Jumat mengatakan, hingga saat ini PBB belum memutuskan langkah untuk penyelesaian konflik di Gaza antara Palestina dan Israel.
"PBB belum memutuskan apapun, apakah seruan gencatan senjata, pengiriman pasukan atau langkah lainnya. Jadi, kita tidak bisa semaunya mengirimkan pasukan ke sana. Ada mekanismenya," katanya.
Jika PBB memutuskan untuk membentuk pasukan pemelihara perdamaian di Palestina, dan menawarkan kepada sejumlah negara yang berminat mengirimkan pasukan militernya, itu pun masih harus melalui seleksi oleh PBB, ujar Sagom menambahkan.
"Sehingga, TNI tidak bisa serta merta berangkat ke sana tanpa ada putusan PBB," ujarnya menegaskan.
Tanggal: 2009-01-05 01:49:50 | Penulis: admin
Massa PKS Gelar Demo Dukung Palestina
Massa PKS sudah tumpah ruah di Bundaran HI. Mereka datang dari Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Karawang. Rencananya, mereka akan melakukan long march menuju Kedubes AS di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.
Hingga pukul 13.16 WIB, Jumat (2/1/2009), sudah belasan ribu kader dan simpatisan PKS yang tiba di bundaran HI. Sementara gelombang massa terus berdatangan secara bergelombang menggunakan bus-bus dan kendaraan lainnya.
Saat ini, sebagian besar massa memadati Jalan Kebon Kacang dan depan Plaza Indonesia. Sebagian massa yang datang dari arah Kuningan dan Sudirman tampak langsung memadati bagian tengah bundaran HI. Akibatnya, sebagian ruas jalan saat ini tertutup oleh massa. Akibat meluapnya lautan massa, lalu lintas dari arah Bundaran HI yang memutar balik ke Sudirman atau mengarah Menteng ditutup.
Tanggal: 2009-01-02 14:32:33 | Penulis: admin
MUI Jabar Galang dana bagi Palestina
MUI tidak hanya mengecam tapi juga melakukan langkah konkret dengan menggalang dana dan bantuan obat-obatan bagi warga Palestina. Hasil penggalangan dana dan obat-obatan akan didistribusikan ke Palestina melalui MUI Pusat.
Sekretaris MUI Jawa Barat Rafani Achyar mengatakan, pihaknya beserta umat Islam dan ormas Islam akan siap membantu.
"Aksi yang dilakukan Israel tersebut sangat terkutuk karena membunuh ratusan jiwa dan melukai ribuan jiwa lainya, kami sebagai umat Islam mengutuk keras," terangnya saat ditemui di kantornya Jalan RE Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Rabu (31/12).
Tanggal: 2009-01-01 06:57:17 | Penulis: admin
Artikel
Yakin akan pertolongan Allah
Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Sehingga, Allahlah yang harus memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS Al Ankabut [29]: 60).
Betulkah ekonomi yang tak menentu sekarang ini yang menyebabkan 'penyakit' panik sangat mudah menyerang bangsa kita? Barangkali tidak, jika kita menyelam ke inti persoalannya, bahwa bukan semata-mata krisis ekonomi, melainkan kita umumnya tidak memiliki keyakinan. Karena tidak optimistis, kita menjadi gamang, marah, takut, dan khawatir yang berlebihan. Selanjutnya, tidak adanya keyakinan itu kadang mendorong kita nekat bertindak yang tak terhormat.
Tanggal: 2009-01-05 02:03:36 | Penulis: admin
Tausiyah
Islam Sebagai Rahmat Semesta
Ada banyak dimensi dari universalitas ajaran Islam. Di antaranya adalah, dimensi rahmat. Rahmat Allah yang bernama Islam meliputi seluruh dimensi kehidupan manusia. Allah telah mengutus Rasul-Nya sebagai rahmat bagi seluruh manusia agar mereka mengambil petunjuk Allah. Dan tidak akan mendapatkan petunjuk-Nya, kecuali mereka yang bersungguh-sungguh mencari keridhaan-Nya. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik,” (QS al-‘Ankabuut: 69).
Bentuk-bentuk Rahmat Islam Ketika seseorang telah mendapat petunjuk Allah, maka ia benar-benar mendapat rahmat dengan arti yang seluas-luasnya. Dalam tataran praktis, ia mempunyai banyak bentuk.
Pertama, manhaj (ajaran). Di antara rahmat Allah yang luas adalah manhaj atau ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw berupa manhaj yang menjawab kebahagiaan seluruh umat manusia, jauh dari kesusahan dan menuntunnya ke puncak kesempurnaan yang hakiki. Allah SWT berfirman, “Kami tidak menurunkan al-Qur'an ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),” (QS. Thahaa: 2-3). Di ayat lain, Dia berfirman, “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu…,” (QS Al-Maidah: 3).
Kedua, al-Qur'an. Al-Qur'an telah meletakkan dasar-dasar atau pokok-pokok ajaran yang abadi dan permanen bagi kehidupan manusia yang selalu dinamis. Kitab suci terakhir ini memberikan kesempatan bagi manusia untuk beristimbath (mengambil kesimpulan) terhadap hukum-hukum yang bersifat furu’iyah. Hal tersebut merupakan konsekuensi logis dari tuntutan dinamika kehidupannya. Begitu juga kesempatan untuk menemukan inovasi dalam hal sarana pelaksanaannya sesuai dengan tuntutan zaman dan kondisi kehidupan, yang semuanya itu tidak boleh bertentangan dengan ushul atau pokok-pokok ajaran yang permanen. Dari sini bisa kita pahami bahwa al-Qur'an itu benar-benar sempurna dalam ajarannya. Tidak ada satu pun masalah dalam kehidupan ini kecuali al-Qur'an telah memberikan petunjuk dan solusi. Allah berfirman, “Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan,” (QS al-An’aam: 38). Dalam ayat lain berbunyi, “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri,” (QS an-Nahl: 89).
Ketiga, penyempurna kehidupan manusia Di antara rahmat Islam adalah keberadaannya sebagai penyempurna kebutuhan manusia dalam tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Rahmat Islam adalah meningkatkan dan melengkapi kebutuhan manusia agar menjadi lebih sempurna, bukan membatasi potensi manusia. Islam tidak pernah mematikan potensi manusia, Islam juga tidak pernah mengharamkan manusia untuk menikmati hasil karyanya dalam bentuk kebaikan-kebaikan dunia. “Katakanlah: ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” (QS al-A`raf: 32). Islam memberi petunjuk mana yang baik dan mana yang buruk, sedang manusia sering tidak mengetahuinya. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS al-Baqarah: 216).
Tanggal: 2009-01-05 02:07:53 | Penulis: admin
|