ℜ 17 Jumadil Awwal 1429 H

Kelompok diBalik Penolakan MUI

Siang hari Senin (7/1) kemarin, ratusan orang berkumpul di GOR Bulungan.  Mereka berjalan menuju Kejaksaan Agung di Jl. Sultah Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru. Dengan menggunakan nama , AKKBB, mereka melakukan orasi dan menyebarkan statemen kepada masyarakat luas di perempatan lampu merah, dan menggelar aksi dengan menyanyikan lagu Garuda Pancasila dan beberapa lagu lain.

Massa AKKBB juga membentangkan spanduk dan poster-poster yang bertuliskan: “Negara Tidak Tunduk pada Fatwa, Negara Tunduk pada Konstitusi”. “Kejaksaan Agung, Jangan Lemah, Bangkitlah, Tegakkan Kosnstitusi.”

Selain itu, mereka juga membentangkan poster yang diambil dari pernyataan Prof. Dr. A. Syafii Maarif dengan bunyi yang cukup provokatif. “Polisi Jangan Tunduk pada Preman Berjubah!”

Massa AKKBB inilah yang siang itu mendesak Kejagung agar kembali ke UUD 1945 dan menolak Fatwa MUI untuk mengatasi masalah aliran sesat. Mereka menuduh, bahwa aksi kekerasan atas nama agama belakangan ini disebabkan oleh Fatwa MUI.

Sebenarnya rencana tentang gerakan ini sudah ramai digalang di beberapa milis seminggu belakangan . Namun tak banyak masyarakat tahu. Bahkan situs Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) paling rajin menggaungkan gerakan ini.

Diantara yang ikut terlibat adalah; Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Interfidei, Jaringan Kelompok Antar-iman se-Indonesia, MADIA, Wahid Institut, Maarif Institut, JIL, ada juga nama seperti Muhamad Ali, Ph.D, assistant Professor Religious Studies Department University of California, dan Djohan Efendy. (Man)
Sumber: admin
Konsultasi Agama



Lowongan Kerja
Bursa Jodoh
Info Haji Kota Bogor
Link Situs



Copyright © 2005 MasjidKotaBogor.Com
Tidak dilarang untuk menyalin isi dari situs ini dengan menulis sumber URL