|
|||||
Bebas Berjilbab di Sekolah-Sekolah di SwissPimpinan sebuah sekolah negeri di Swiss mengeluarkan peraturan bolehnya menggunakan simbol keagamaan di sekolahAturan baru yang telah disusun setebal delapan halaman ini, membuat seluruh siswa Muslimah dengan leluasa bisa mengenakan busana Muslimah nya atau jilbabnya tidak hanya dikelas, akan tetapi mereka juga bebas mengenakannya di acara-acara keagamaan yang mereka hadiri. Undang-undanag tersebut juga membolehkan bagi wanita Muslimah untuk mengenakan jilbab di saat hari-hari raya keagamaan, bulan puasa dan acara keagamaan yang mereka lakukan di sekolah-sekolah, begitu juga para penganut agama Yahudi boleh untuk mengenakan pakaian keagamaan mereka. Undang-undang semacam ini juga sudah banyak ditetapkan di berbagai kota di Swiss. Terbesar di Eropa Saat ini, dari 7, 4 juta jumlah populasi kaum Muslim di Swiss, ada sekitar 340 ribu warganya yang Muslim. Sekitar 43 persen warga Muslim Swiss berasal dari keturunan Turki. Di Swiss, Islam menjadi agama kedua setelah agama Kristen. Baru-baru ini kaum Muslim sedang merencakanan membangun pusat kebudayaan Islam terbesar di Eropa. Selain akan menampilkan ragam kekayaan budaya Islam juga bertujuan untuk lebih mengenalkan agama Islam pada masyarakat Eropa. ”Kami ingin menunjukkan betapa kayanya budaya Islam dengan menampilkan banyak sisi dari budaya Islam, ” kata Farhad Afshar, juru bicara organisasi Ummat pengunan pusat kebudayaan Islam itu. Pusat kebudayaan tersebut akan didirikan di atas tanah seluas 23 ribu meter per segi dan akan dilengkapi dengan gedung pertemuan, hotel berbintang empat, musium, perkantoran dan masjid. Menurut Afshar-profesor di Universitas Bern yang juga menjadi perwakilan warga Muslim di Dewan Keagamaan Swiss-mengatakan, ide utama pembangunan pusat kebudayaan ini adalah membuka “prospek dialog tentang Islam dengan cara berbeda.”. Sumber: hidayatullah |
|
||||
|
Copyright © 2005 MasjidKotaBogor.Com Tidak dilarang untuk menyalin isi dari situs ini dengan menulis sumber URL |
|||||
|
|
|
|
|
||