ℜ 10 Jumadil Awwal 1429 H

Ali Khamenei dan Ahmadinejad Puji Sikap Indonesia

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei menyatakan, dengan persatuan dan perluasan kerjasama ilmiah, ekonomi, budaya, dan diplomatik, dunia Islam dapat berubah menjadi kekuatan besar. Pernyataan itu dikemukakan kemarin (11/03)  dalam pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, di Tehran.

Ali Khamenei menilai AS selalu menggunakan logika represif seraya mengatakan, menyerah di hadapan kaum arogan hanya akan menimbulkan keterbelakangan.

Ali Khamenei menilai sikap pemerintah Indonesia terkait resolusi baru anti-Iran oleh Dewan Keamanan PBB sebagai sebuah langkah berani. Ditegaskan beliau , "Sudah pasti keputusan ini akan meningkatkan kredibilitas bangsa dan pemerintah". Indonesia menyatakan abstain terhadap resolusi anti-Iran oleh Dewan Keamanan PBB yang dirilis beberapa waktu lalu.

Di bagian lain pernyataannya, Ali Khamenei menandaskan, Gerakan Non-Blok merupakan simbol independensi negara-negara dunia. Beliau juga berharap gerakan ini terus tampil proaktif sebagaimana tujuan yang telah ditetapkan.

Menyinggung upaya AS dan Zionis-Israel untuk memberangus bangsa Palestina, Ali Khamenei mengatakan, "Perjuangan bangsa Palestina menunjukkan bahwa bangsa ini hidup dan berani, dan dunia Islam harus mendukung mereka".

Di lain pihak, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada pertemuan tersebut menilai sikap pemerintah Indonesia terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB sebagai hasil dari perenungan dan pemikiran yang telah dilakukan sebelumnya.

Dikatakannya, perlawanan terhadap unilateralisme, ketidakadilan di dunia, serta perluasan kerjasama dengan negara-negara Islam dan anggota GNB merupakan bagian dari prioritas politik Indonesia.

Menyinggung kekayaan khazanah budaya dan peradaban Iran, SBY menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memperluas kerjasama di berbagai bidang dan keinginan Jakarta untuk menimba pengalaman ilmiah Tehran.

Dalam pertemuan tersebut Presiden Yudhoyono didampingi oleh sejawatnya dari Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Pada dialog antara pejabat tinggi Iran dan Indonesia kemarin (11/03), kedua pihak menekankan perluasan kerjasama Tehran-Jakarta.

Yudhoyono dan Ahmadinejad, menekankan pentingnya pemanfaatan sumber energi baru termasuk energi nuklir, menyusul peningkatan jumlah populasi dan menipisnya sumber energi fosil. Kedua pihak juga menyampaikan kekhawatiran mereka atas kehadiran pasukan asing di Timur Tengah dan campur tangan mereka terhadap masalah dalam negeri di negara-negara regional. Fenomena ini dinilai sebagai faktor meningkatnya gejolak dan instabilitas.

Terkait buruknya kondisi yang dihadapi warga Palestina khususnya warga Jalur Gaza, Ahmadinejad dan Yudhoyono mengharapkan sikap masyarakat internasional untuk mendesak Zionis Israel agar segera menghentikan brutalitasnya di Palestina.

Dalam hal ini, Presiden SBY menegaskan, Indonesia menentang pembantaian di negara-negara Timur Tengah termasuk Iraq. Menurutnya, dewasa ini Iran memiliki peran signifikan dalam menyelesaikan masalah regional maupun globlal.

Terkait kasus nuklir Iran, SBY mengatakan, "Di Dewan Keamanan PBB, Indonesia mengambil sikap yang berbeda tentang kasus nuklir Iran mengingat tidak ada alasan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Tehran. Ditegaskannya pula bahwa masalah ini harus dipandang sebagai bagian dari masalah teknis di Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan berada di Iran untuk memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari hingga Rabu (12/3) ini. [irna/presstv/cha/www.hidayatullah.com]
Sumber: hidayatullah
Konsultasi Agama



Lowongan Kerja
Bursa Jodoh
Info Haji Kota Bogor
Link Situs



Copyright © 2005 MasjidKotaBogor.Com
Tidak dilarang untuk menyalin isi dari situs ini dengan menulis sumber URL