ℜ 10 Jumadil Awwal 1429 H

MenAg Bantah ada Jemaah Yang Terinjak - injak

Menteri Agama M Maftuh Basyuni membantan adanya peristiwa jamaah yang terinjak-injak di Mekah, tepatnya di Muzdalifah tidak ditemukan bukti-buktinya. Bahkan beberapa jamaah yang diinformasikan meninggal sebelumnya akibat peristiwa perjalanan jamaah dari Arafah ke Mina itu, ternyata penyebabnya adalah serangan jantung.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama M Maftuh Basyuni hari pertama pelontaran jumrah di Mekah, Rabu (19/12) sore . “Berita itu sungguh mengherankan karena laporan petugas-petugas kami tak ada yang bisa menemukan yang diberitakan itu,” katanya dikutip situs informasihaji.

Diakuinya, di Muzdalifah banyak orang. Berbeda dengan tahun lalu, bus-bus Taradudi tak mudah melakukan tugasnya. “Karena kemacetan terjadi sangat padat. Soalnya, hampir sebagian besar jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki dari Arafah menuju Muzdalifah. Itulah yang mengakibatkan terjadinya kemacetan.”

Oleh karena itu, sulit dibuktikan adanya kecelakaan. Memang, diakuinya, ada seorang jamaah dari Maktab 63 yang pada saat sampai di Muzdalifah, wafat. Petugas pun segera meminta ambulans dan dibawa ke Rumah Sakit. “Itulah kejadian yang sebenarnya. Kalau pun ada yang bilang kalau kejadiannya di Masjidil Haram, tak seorang pun yang menemukan kebenaran itu.”

Mengenai adanya kelaparan yang terjadi di Muzdalifah, Maftuh mengatakan, ”Itu berita yang dibuat-buat. Di Muzdalifah, tak ada jadwal pemberian makanan pada jamaah, namun sebelum berangkat ke sana, jamaah diberi bekal untuk dimakan.”

Soal peristiwa jamaah yang terinjak-injak, Kepala Staf Teknis Urusan Haji (Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Di Arab Saudi Nur Samad Kamba menegaskan, tempat yang dimaksud itu statis. Jadi, jamaah yang datang, langsung menempati kemah untuk istirahat. “Jadi, tak mungkin kalau jamaah berjalan-jalan atau terjadi kecelakaan.”

Nur Samad bahkan menambahkan, aliran jamaah untuk melempar jumrah sangat teratur dengan arus jamaah dalam satu jalur untuk berangkat dan pulang dari Jamarat. Untuk pelontaran, pemerintah setempat telah membuat tiga lantai bagi jamaah untuk melontar.

Sebagaimana diketahui, beberapa media Indonesia sebelumnya sempat memberitakan belasan jamaah haji Indonesia dilaporkan terinjak-injak saat pengambilan batu di Muzdalifah untuk persiapan lempar jumroh di Mina, Rabu (19/120). 

Bahkan running text Metrotv menyebutkan, sejumlah jamaah haji Indonesia lainnya terinjak-injak saat menunggu bus yang akan membawa mereka ke Mina. 

Traumatis
Pengalaman musibah haji memang telah menjadi trauma buruk bagi kaum Muslim Indonesia. Tahun 1994, pernah terjadi korban tewas sebesar 244 jamaah yang disebut musibah Mina akibat berdesak-desakan dan terinjak-injak. 

Sebelumnya, juga 14 calon haji termasuk enam wanita, meninggal dalam desak-desakan pada hari pertama acara melempar jumrah itu dan 35 calon haji pada 2001. Sementara tahun 1998, 118 haji juga tewas dan lebih dari 180 luka-luka di Mina.

Yang terburuk adalah korban tewas dalam ibadah haji Juli tahun 1990, ketika 1.426 haji berjejalan atau sesak napas hingga meninggal dalam desak-desakan di sebuah terowongan. Peristiwa ini juga terjadi di Mina. Peristiwa-peristiwa buruk inilah yang kini menjadi masalah yang traumatis umat Islam Indonesia.
Sumber: admin
Konsultasi Agama



Lowongan Kerja
Bursa Jodoh
Info Haji Kota Bogor
Link Situs



Copyright © 2005 MasjidKotaBogor.Com
Tidak dilarang untuk menyalin isi dari situs ini dengan menulis sumber URL